skip to main |
skip to sidebar
Biasanya, update antivirus dibutuhkan untuk menjaga komputer tetap aman dari gangguan program jahat. Tapi ada satu update yang justru bisa 'membunuh' komputer tertentu.
Hal ini terjadi pada update antivirus gratisan AVG yang dikeluarkan 1 Desember 2010. Jika pengguna kebetulan memasang update itu, komputernya akan tak bisa dinyalakan lagi.
Seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Jumat (3/12/2010), hal itu terjadi hanya pada updata AVG versi gratis yang berjalan di Windows 7 versi 64-bit.
Masalahnya dikatakan terletak pada update 271.1.1/3292 (432/3292). Saat dipasang, update ini akan meminta PC untuk restart. Namun jika itu dilakukan, komputer akan menampilkan pesan error c0000135. Dan setelah itu tak bisa lagi di-booting.
AVG telah mencabut update itu sejak diketahui ada masalah. Selain itu, bagi yang sudah terlanjur kena, situs AVG menyediakan cara-cara untuk mengatasinya.
http://www.detikinet.com
Jakarta - Internet diibaratkan oleh perusahaan keamanan data ITSEC Asia layaknya rimba belantara. Tak ada hukum yang berlaku di dunia maya kecuali "hukum rimba": siapa yang kuat dia yang akan menang.
"Dunia maya memang dunia tanpa batas dan tanpa aturan sehingga kita yang harus tanggap untuk menjaga keamanan data dan informasi yang kita miliki," kata Marek Bialoglowy, Chief Technology Officer ITSEC Asia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/12/2010).
Marek menegaskan, meski sejatinya tiap negara memiliki regulasi untuk internet, namun tak ada yang benar-benar bisa memastikan bahwa tindak kejahatan di dunia maya tak akan terjadi. "Terbukti, belum ada seorang pun hacker yang diperkarakan di ruang sidang pengadilan," begitu klaim dia.
Itu sebabnya, ITSEC yang bergerak di bidang jasa keamanan data web internet melihat situasi ini sebagai peluang. Perusahaan yang bermarkas di Singapura ini pun mencoba peruntungannya sebagai 'centeng' keamanan data pelanggan korporasi di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di Jakarta.
Selain membuka representative office, ITSEC Asia juga menggelar seminar Web Application Security Conference 2010 agar para profesional di bidang teknologi informasi agar lebih waspada akan ancaman pencurian data yang kerap marak di internet.
"Fokus ITSEC Asia tidak hanya sekadar mengantisipasi para hacker, tetapi lebih dari itu. Kami ingin mengedukasi para profesional di bidang IT dan perbankan khususnya, untuk mengenal lebih jauh seluk-beluk information system penilaian keamanan, penetrasi pengujian, dan aplikasi keamanan penilaian. Termasuk soal cloud computing security," tukas Marek.
http://www.detikinet.com/
Washington - Dalam waktu yang singkat, terjadi insiden internet yang mempengaruhi koneksi di Pentagon. Ahli keamanan menilai, insiden itu punya potensi bahaya yang cukup besar. Pentagon dalam bahaya?
Demikian pendapat Larry Wortzel, mantan Kolonel yang kini menjadi salah satu anggota komisi yang menyelidiki insiden tersebut, seperti dikutip detikINET dari Reuters,Minggu (21/11/2010).
Wortzel mencontohkan, selama internet teralihkan ke China bisa saja terjadi pencurian alamat-alamat email di Departemen Pertahanan atau Pentagon. Kemudian, ujarnya, seseorang bisa mengirimkan pesan palsu yang mirip asli yang berisi program jahat.
"Jika saya melihat hal seperti ini, saya bertanya-tanya: 'siapa ya, yang tertarik dengan komunikasi dari seluruh Departemen Pertahanan dan pemerintahan federal AS? Rasanya, tidak mungkin hanya seorang mahasiswa dari Shanghai University," ujarnya.
Meski demikian, juru bicara Pentagon, Kolonel David Lapan, mengatakan jaringan internal Pentagon tak akan terpengaruh oleh insiden ini.
"Kami punya pengamanan yang akan melindungi semua komunikasi yang keluar ke internet," ujarnya yakin.
Ketiga CPU tersebut masih bekerja dengan soket AM3 dan AM2+, sehingga tidak membutuhkan sebuah mainboard baru untuk mengupgradenya.
Dari tiga prosesor baru tersebut, dua diantaranya datang dari seri Black Edition dengan unlocked multiplier. Yang pertama adalah Phenom II X6 1100T Black Edition, yang berjalan pada 3.3 Ghz dengan enam core-nya. Produk ini akan menggantikan prosesor enam-core pertama AMD Phenom II X6 1090T. Prosesor ini berharga USD 265 atau sekitar Rp 2,3 jutaan.
Prosesor kedua adalah Phenom II X2 565 Black Edition, dengan prosesor dual-core yang berjalan pada clock 3.4 Ghz, serta memiliki cache memori L3 6 MB. Prosesor ini akan menggantikan Phenom II X2 555 Black Edition running yang berjalan pada clock 3.2 Ghz. Harga prosesor ini USD 112 atau sekitar Rp 1 juta.