twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Senin, 15 November 2010

ZTE Aktifkan Stasiun 3G di Mount Everest

 
HONGKONG, KOMPAS.COM - Telekomunikasi para pendaki gunung Himalaya khususnya tujuan puncak dunia, Mount Everest tampaknya tak hanya bisa melakukan fungsi voice belaka. Ketika teknologi jaringan 3G aktif, maka memungkinkan untuk berbicara secara video call kelak.
Dan, ZTE sebagai penyedia jaringan telah mengaktifkan sebanyak delapan stasiun 3G di Taman Nasional Gunung Everest tepatnya berada di ketinggian 5.180 meter mdpl, guna menyediakan layanan pita lebar untuk masyarakat lokal dan khususnya para pendaki. Tak pelak, NCell yang merupakan operator terbesar kedua di Nepal (dengan market share mencapai 40 persen) menyambut gembira hal ini. CTO NCell, Algars Benders bilang, "Anda berada di puncak dunia. Dengan peluncuran stasiun 3G, pengunjung sisi selatan gunung Everest dapat membagi apa yang mereka lihat, mereka rasakan, dan mereka pikirkan selama perjalanan mendaki gunung Everest kepada teman dan keluarga mereka kapan saja."
Untuk itu stasiun ini dirancang agar tahan menghadapi cuaca ekstrem di pengunungan Himalaya yang kerap berubah. Sebuah menara dasar dan diet shelter penghangat dipakai yang memungkinkan penginstalan cepat tanpa harus mengubah konstruksi fondasi. Selain itu, stasiun ini juga memperhitungkan faktor lingkungan, di mana tetap berfokus pada konsep ramah lingkungan, hemat energi, dan memiliki jejak karbon yang kecil.
Panel-panel solar didesain untuk memastikan setiap stasiun memiliki kekuatan yang cukup untuk memasok energi selama satu tahun.
Pembangunan stasiun ini sendiri berlangsung lebih cepat dari pembangunan umumnya. "Solusi total kami mudah digunakan, tidak hanya bisa beradaptasi dengan sumber yang terbatas di lapangan, tetapi juga bisa mengurangi waktu konstruksi lebih cepat satu bulan dari solusi tradisional," kata Luo Pingfan, Presiden ZTE Asia Tenggara. (ANDRA/FORSEL)

Sabtu, 13 November 2010

Notebook Berbahan Bambu Generasi Kedua

JAKARTA, KOMPAS.com - Ramah lingkungan telah menjadi bagian gaya hidup banyak orang. Berbagai cara pun digunakan menghadirkan gaya hidup ramah lingkungan dari soal pilihan makanan, kendaraan, hingga perangkat elektronika.

Tak ketinggalan dalam rancangan notebook. Asus, produsen komputer asal Taiwan, telah memperkenalkan model notebook hijau dengan merilis Bamboo Series sejak tahun 2008.

"Ini merupakan simbol penghijauan, lifestyle yang lebih hijau dari segi penggunaan material," ujar Juliana Chen, Product Marketing Manager Asus Indonesia, saat memperkenalkan notebook U43JC Bamboo Series di Jakarta, Kamis (11/11/2010). Produk tersebut merupakan notebook generasi kedua yang menggunakan material bambu.

Juliana menjelaskan proses penggunaan bambu dalam produksi notebook. Pertama, batang bambu dipotong-potong kemudian dikeringkan. Potongan tersebut kemudian dipres dan dilem sebelum dipasang, diinjeksi lapisan plastik, dan dicat. "Dengan kita meng-integrate penggunaan bambu, kita bisa mengurangi 25 persen penggunaan plastik," ujar Juliana.

Penggunaan bambu bukan tanpa alasan. Juliana mengatakan dalam filosofi China, yang merupakan asal tanaman tersebut, bambu merupakan simbol elegan. Bambu secara fisik juga merupakan material yang lebih kuat dibanding material organik lainnya dari alam.

Tidak hanya raah lingkungan, Asus juga memperhatikan desain notebook berbahan bambu. Kalau pada seri pertama, tampilannya seperti serat bambu asli yang cerah, kali ini warnanya lebih tua seperti permukaan bambu wulung. Notebook tersebut pun tipis hanya dengan ketebalan 19 milimeter. Daya tahan baterainya diklaim mencapai 10,5 jam didukung teknologi Super Hybrid Engine. Satu unitnya dibanderol seharga 1.209 dollar As atau sekitar Rp 11 juta.

Spesifikasi U43JC Bamboo Series
Prosesor Intel Core i5-460M (3 MB cache, 2,53 GHz Turbo up to 2,8 GHz)
Sistem operasi Windows 7 Home Premium
Grafis VGA Card NVIDIA GeForce 6310M with 1 GB VRAM
Layar 14 inci HD (1366x768) LED display
Memori RAM 2 GB DDR3 1066 MHz
Hardisk 500 GD SATA
Disc Drive DVD Writer Super Multi Dual Layer
Koneksi WiFi 802.11 b/g/n dan Bluetooth 3.0
Baterai 8 sel Li-ion 5600 mAh
Berat 2,1 kg
Webcam 2 MP
Harga 1.209 dollar AS

Jumat, 12 November 2010

Buat penggemar instrumen multimedia siapa yang tak kenal Bang & Olufsen. Perusahaan berbasis di Copenhagen, Denmark itu sudah dikenal sebagai produsen perangkat audio video berkelas tinggi.

Kali ini, Bang & Olufsen untuk pertama kalinya mengintegrasikan teknologi dan desainnya ke dalam notebook. David Lewis, desainer produk Bang & Olufsen pun turut terlibat dalam merancang notebook tersebut. Hasilnya, notebook produksi Asus tipe NX90JQ.

"David Lewis ingin merancang notebook yang istimewa. Biasanya notebook diletakkan di ruang kerja. Dia pengin notebook bisa dipajang di ruang tamu," kata Juliana Chen, Business Development Manager Asus Indonesia, saat memperkenalkan NX90JQ di Jakarta, Kamis (11/10/2010).

Juliana menjelaskan tim desain Ice Bang & Olufsen dan Golden Ear Asus berkolaborasi untuk mengembangkan teknologi audio generasi baru yang diberi nama Sonicmaster. Codec audio yang dipakai diklaim dengan kualitas terbaik. Amplifiernya pun 11 watt atau tiga kali lipat lebih kuat daripada di notebook standar. Speaker yang digunakan masing-masing berdiameter 32 mm, sedangkan notebook standar biasanya hanya menggunakan 20 mm. Chamber untuk audio pun 108 cc, bandingkan dengan notebook standar yang hanya 20 cc.

"Kenapa kita memperhatikan kualitas audio? Setelah kita analisa dalam sehari 9,27 jam orang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan audio. Jadi sebenarnya audio sangat penting," jelas Juliana.

Tidak hanya kualitas audio yang diunggulkan dalam rancangan tersebut tapi juga tampilannya yang mewah. Bahan casing pembungkusnya istimewa karena menggunakan aluminium kinclong (polished aluminium). Bahkan, produk ini diklaim sebagai notebook pertama yang menggunakan bahan tersebut.

Dua speakernya pun dipasang di kanan kiri layar melayang dari papan ketiknya. Touchpad-nya pun tidak biasa karena ada dua di kanan dan kiri keyboard bukan di bagian bawah. Hal ini untuk memberi keleluasaan bagi pengguna, termasuk yang kidal. Karena didesain bukan untuk mobilitas tinggi untuk di dalam ruangan, ukuran layarnya pun jumbo 18,4 inci.
Namun, jangan kaget kalau satu perangkat ini dibanderol 2.609 dollar AS atau sekitar Rp 25 juta. "Targetnya memang untuk kalangan bisnis dan profesional yang sudah berpengalaman," kata Juliana.

Spesifikasi NX90JQ
Prosesor Intel Core i7-740QM (6 MB cache, 1,73 GHz Turbo up to 2,93 GHz)
Sistem operasi Windows 7 Home Premium
Layar 18,4 inci full HD
Grafis NVIDIA GeForce GT335M with 1 GB VRAM
Memori RAM 8 GB DDR3 1066 MHz
Hardisk 1000 GB SATA
Disc Drive Blu-Ray DVD Combo
Koneksi Bluetooth 3.0, WiFi 802.11 b/g/n
Baterai 6 sel Li Ion 5600 mAh
Berat 4,4 kg
Webcam 2 MP
Harga 2.609 dollar AS

Kamis, 11 November 2010

Amazon.com Akuisisi Diapers.com 500 Juta Dollar AS

Amazon.com kian gencar berekspansi. Kali ini, Amazon ingin menancapkan kukunya di pasar produk bayi dan merchandise. Sebagai bukti, Amazon menyetujui nilai akuisisi untuk membeli Quidsi Inc. Asal tahu saja, Quidsi merupakan pemilik dari Diapers.com dan Soap.com. Nilai akuisisi ini mencapai 500 juta dollar AS.

Selain itu, Amazon juga akan mengambil alih sejumlah utang dan obligasi Quidsi yang nilainya diperkirakan mencapai 45 juta dollar AS. Rencananya, akuisisi ini ditargetkan selesai pada bulan Desember.

Dengan mengakuisisi Quidsi, ada beberapa keuntungan yang bakal didapat Amazon. Di antaranya, manajemen pergudangan yang baik dan biaya pengiriman yang murah. Sebelumnya, Chief Executive Officer Amazon Jeff Bezos juga mengakuisisi Zappos.com Inc pada tahun lalu senilai 1,2 miliar dollar AS. Akuisisi ini ditujukan untuk ekspansi penjualan baju dan sepatu sehingga bisa bersaing dengan provider e-commerce lainnya, seperti EBay Inc.

"Ini merupakan ladang bisnis Amazon. Namun, mereka tidak memimpin di bisnis tersebut. Pada saat Amazon melihat ada perusahaan yang mendominasi produk tertentu, mereka masuk dengan cara membelinya," ujar Colin Dillis, analis BGC Partners LP, di New York. (Kontan/Barratut Taqiyyah)