twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Jumat, 12 November 2010

Buat penggemar instrumen multimedia siapa yang tak kenal Bang & Olufsen. Perusahaan berbasis di Copenhagen, Denmark itu sudah dikenal sebagai produsen perangkat audio video berkelas tinggi.

Kali ini, Bang & Olufsen untuk pertama kalinya mengintegrasikan teknologi dan desainnya ke dalam notebook. David Lewis, desainer produk Bang & Olufsen pun turut terlibat dalam merancang notebook tersebut. Hasilnya, notebook produksi Asus tipe NX90JQ.

"David Lewis ingin merancang notebook yang istimewa. Biasanya notebook diletakkan di ruang kerja. Dia pengin notebook bisa dipajang di ruang tamu," kata Juliana Chen, Business Development Manager Asus Indonesia, saat memperkenalkan NX90JQ di Jakarta, Kamis (11/10/2010).

Juliana menjelaskan tim desain Ice Bang & Olufsen dan Golden Ear Asus berkolaborasi untuk mengembangkan teknologi audio generasi baru yang diberi nama Sonicmaster. Codec audio yang dipakai diklaim dengan kualitas terbaik. Amplifiernya pun 11 watt atau tiga kali lipat lebih kuat daripada di notebook standar. Speaker yang digunakan masing-masing berdiameter 32 mm, sedangkan notebook standar biasanya hanya menggunakan 20 mm. Chamber untuk audio pun 108 cc, bandingkan dengan notebook standar yang hanya 20 cc.

"Kenapa kita memperhatikan kualitas audio? Setelah kita analisa dalam sehari 9,27 jam orang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan audio. Jadi sebenarnya audio sangat penting," jelas Juliana.

Tidak hanya kualitas audio yang diunggulkan dalam rancangan tersebut tapi juga tampilannya yang mewah. Bahan casing pembungkusnya istimewa karena menggunakan aluminium kinclong (polished aluminium). Bahkan, produk ini diklaim sebagai notebook pertama yang menggunakan bahan tersebut.

Dua speakernya pun dipasang di kanan kiri layar melayang dari papan ketiknya. Touchpad-nya pun tidak biasa karena ada dua di kanan dan kiri keyboard bukan di bagian bawah. Hal ini untuk memberi keleluasaan bagi pengguna, termasuk yang kidal. Karena didesain bukan untuk mobilitas tinggi untuk di dalam ruangan, ukuran layarnya pun jumbo 18,4 inci.
Namun, jangan kaget kalau satu perangkat ini dibanderol 2.609 dollar AS atau sekitar Rp 25 juta. "Targetnya memang untuk kalangan bisnis dan profesional yang sudah berpengalaman," kata Juliana.

Spesifikasi NX90JQ
Prosesor Intel Core i7-740QM (6 MB cache, 1,73 GHz Turbo up to 2,93 GHz)
Sistem operasi Windows 7 Home Premium
Layar 18,4 inci full HD
Grafis NVIDIA GeForce GT335M with 1 GB VRAM
Memori RAM 8 GB DDR3 1066 MHz
Hardisk 1000 GB SATA
Disc Drive Blu-Ray DVD Combo
Koneksi Bluetooth 3.0, WiFi 802.11 b/g/n
Baterai 6 sel Li Ion 5600 mAh
Berat 4,4 kg
Webcam 2 MP
Harga 2.609 dollar AS

Kamis, 11 November 2010

Amazon.com Akuisisi Diapers.com 500 Juta Dollar AS

Amazon.com kian gencar berekspansi. Kali ini, Amazon ingin menancapkan kukunya di pasar produk bayi dan merchandise. Sebagai bukti, Amazon menyetujui nilai akuisisi untuk membeli Quidsi Inc. Asal tahu saja, Quidsi merupakan pemilik dari Diapers.com dan Soap.com. Nilai akuisisi ini mencapai 500 juta dollar AS.

Selain itu, Amazon juga akan mengambil alih sejumlah utang dan obligasi Quidsi yang nilainya diperkirakan mencapai 45 juta dollar AS. Rencananya, akuisisi ini ditargetkan selesai pada bulan Desember.

Dengan mengakuisisi Quidsi, ada beberapa keuntungan yang bakal didapat Amazon. Di antaranya, manajemen pergudangan yang baik dan biaya pengiriman yang murah. Sebelumnya, Chief Executive Officer Amazon Jeff Bezos juga mengakuisisi Zappos.com Inc pada tahun lalu senilai 1,2 miliar dollar AS. Akuisisi ini ditujukan untuk ekspansi penjualan baju dan sepatu sehingga bisa bersaing dengan provider e-commerce lainnya, seperti EBay Inc.

"Ini merupakan ladang bisnis Amazon. Namun, mereka tidak memimpin di bisnis tersebut. Pada saat Amazon melihat ada perusahaan yang mendominasi produk tertentu, mereka masuk dengan cara membelinya," ujar Colin Dillis, analis BGC Partners LP, di New York. (Kontan/Barratut Taqiyyah)

Jumat, 29 Oktober 2010

Superkomputer Buatan China Pecahkan Rekor Dunia

BEIJING, KOMPAS.com — National University of Defense Technology China berhasil membuat superkomputer tercepat di dunia dengan kecepatan 43 persen lebih cepat ketimbang superkomputer tercepat yang ada saat ini. Hal ini ditegaskan oleh Nvidia Corp yang menyuplai sebagian komponen utama superkomputer tersebut.
Sumit Gupta, Senior Product Manager Nvidia, menjelaskan bahwa superkomputer yang diberi nama Tianhe-1A akan memiliki performa 2,507 petaflop atau lebih dari 2 quadrillion calculations per second. Satu petaflop setara dengan 1.000 triliun kalkulasi per detik. Kemampuan komputer ini telah melampaui sistem komputer supercepat yang tercatat di "Global Top 500 List of Supercomputers" yang dipublikasikan pada Juni lalu.
China memang menanamkan investasinya untuk superkomputer ini untuk meningkatkan kemampuan riset dan simulasi untuk permodelan iklim, penelitian genom, energi alternatif, terkait seismograf, dan juga kebutuhan militer. Sejak China mulai menanamkan investasinya di sektor teknologi pada tahun 2002, China sudah mencatatkan diri sebagai negara nomor tiga di dunia yang memiliki high-performance computing power setelah AS dan Eropa.
Tianhe-1A menggunakan 7.168 Nvidia Tesla M2050 graphics processing units dan 14.336 Intel Xeon. Komputer ini nanti juga akan menggunakan energi tiga kali lipat lebih efisien ketimbang yang ada saat ini. Sistem ini didesain untuk memiliki computing power yang setara dengan 175.000 laptop. (Kontan/Femi Adi Soempeno)

Rabu, 27 Oktober 2010

Selamat Tinggal Walkman!

Nasib Walkman yang sempat populer di era 1980-an dan 1990-an akhirnya berakhir di tengah gempuran pemutar musik digital. Sony akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi pemutar kaset Walkman mulai 22 Oktober 2010.

Menurut data terakhir yang dilansir Sony, stok terakhir diproduksi di Jepang pada April 2010 dan kini tinggal menunggu persediaan habis. Meski demikian, pemutar kaset Walkman masih akan tetap diproduksi rekanan Sony di China untuk memenuhi permintaan konsumen yang setia menggunakan kaset dan Walkman.

Ironisnya, pengumuman penghentian produksi Walkman dilakukan sehari menjelang ulang tahun iPod, pemutar musik digital buatan Apple. iPod yang mulai diperkenalkan pada 23 Oktober 2001 merupakan tonggak bangkitnya musik digital dan menjadi salah satu kekuatan besar yang menggusur Walkman.

Walkman kali pertama diproduksi pada tahun 1979 dan menjadi pemutar musik yang populer. Selama tiga dekade terakhir, 220 juta Walkman telah terjual di seluruh dunia. Meski tak ada lagi pemutar kaset Walkman, Sony tetap memproduksi pemutar CD/mini disc dan MP3 dengan merek Walkman. Sony juga menggunakan nama Walkman untuk mendukung fitur musik pada Sony Ericsson.